Seni bela diri anggar merupakan permainan beladiri yang menggunakan pedang. Karena sebelum adanya bentuk anggar seperti sekarang, pedang digunakan pada masa Persi, Yunani, Romawi dan Babilonia. Bermula dari pedang yang berat dan pakaian perang, berubah menjadi senjata yang ringan dan langsing sehingga mudah cara menggunakannya. Permainan anggar juga menggunakan pelindung muka dan pelindung pada ujung pedang agar tidak mencelakakan orang. Jenis olah raga yang di Indonesia berdiri tahun 1951 tersebut diminati olahragawan di tanah air tak terkecuali siswa di tingkat sekolah. SMP al Falah Deltasari memiliki siswa yang berbakat dibidang olah raga anggar. Itu terbukti ketika mengikuti lomba kejuaraan anggar tingkat daerah yang diadakan oleh KONI Jatim tanggal 18 Oktober 2008. Lomba tersebut bertujuan untuk menambah dan meningkatkan jumlah dan kualitas pertandingan olahraga anggar, serta menjadikan Jatim sebagai konstributor dan kiblat atlet anggar nasional. Saat ini Jatim perlu melakukan regenerasi dan bekerja keras mempersiapkan atlet yang akan bertanding di kejuaraan di tingkat lebih tinggi. Beberapa siswa SMP al Falah Deltasari yang dikirim untuk mengikuti lomba tersebut nyaris semuanya menjadi pemenang. Sebenarnya banyak diantara peserta lain yang memiliki kemamuan yang tidak bisa dipandang remeh. Namun jago-jago anggar dari SMP al Falah mampu memadukan gerakan yang dinamis dan menghasilkan serangan jitu sehingga mampu mengalahkan lawan-lawannya. Diantara siswa yang menjadi pemenang adalah Khansa yang berhasil meraih juara pertama untuk kategori Floret pra kadet putri. Sebelumnya siswa kelas 9-2 tersebut pernah meraih juara 3 tingkat kota. “Nggak nyangka, tapi yang pasti senang,” ungkapnya ketika ditanya bagaimana rasanya menjadi pemenang pertama. Kemudian Iris Dian kelas 9-2 yang menyabet juara 2 kategori Sabel kadet. Untuk masing masing juara 3 diraih oleh Lisari Ramadhanti kelas 9-2 kategori floret prakadet putri, M Luthfi Aufar kelas 8-5 kategori sabel kadet putra dan Hamzah Muslim kelas 8-3 kategori Deden kadet putra. Kemenangan menggembirakan tersebut memang tidak bisa dilepaskan dari kerjasama pihak yang terkait secara konsisten dan intens melakukan upaya latihan serta serta evaluasi terus menerus untuk selalu menyempurnakan kekurangan guna mengungguli lawan-lawannya. Ke depannya masih banyak even-even penting yang membentang yang masih harus selalu dirajut untuk berpacu dengan prestasi yang lebih baik. Sekedar pengetahuan, seorang Perancis bernama Hendri St. Didier menciptakan istilah pada gerakan-gerakan anggar yang hingga kini sebagian besar masih digunakan. Dan meskipun bangsa-bangsa lain menggunakan bahasanya masing-masing, namun dalam percaturan internasional banyak digunakan istilah Hendri St. Didier. Bentuk pedang yang diciptakan oleh Koeningsmarken dari Polandia memberi inspirasi terciptanya jenis senjata Floret, Sabel dan Degen (Abdillah)