Oleh: Indarto, S.Pd.

Kadang kita sering memiliki prasangka buruk kepada orang lain atau bahkan kepada yang menciptakan diri kita beserta alam semesta. Kenapa kita lakukan? banyak jawaban dan alasan yang bisa kita kemukakan. Namanya saja prasangka sehingga tidak selalu benar bahkan sering salah. Sebagai contoh pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar pegawai di sebuah perusahaan. Peserta rapat sedang membicarakan hasil evaluasi perkembangan perusahaan. Salah seorang tiba-tiba menguap di tengah rapat yang sedang serius. Peserta lain spontan menoleh ke arahnya.

Atasannya yang ikut rapat, menggelengkan kepalanya. Sang bos, yang merangkap sebagai pimpinan rapat, langsung menegur karyawan yang menguap tadi, “saya kecewa sekali dengan Anda, Anda tampak tidak peduli dengan rapat serius ini!” Karyawan tadi langsung tertunduk. Wajahnya pucat. Ia berkata lirih, “Maaf saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya seharusnya tidak bisa ikut rapat ini. Tetapi mengingat rapat ini sangatlah penting, saya mencoba hadir”. Matanya berkaca-kaca, “Anak saya tadi malam mengalami kecelakaan. Saat ini ia sedang di rawat, di ruang ICU dalam keadaan tidak sadar. Jadi tadi malam, saya tidak tidur”. Semua peserta rapat langsung tertunduk. Mereka terjerumus dalam prasangka.

Perlu kita melihat diri kita sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Sudahkah kita berbicara dengan jujur pada suara hati kita? Pernahkah kita merenung untuk kebaikan dan kesalahan yang telah kita lakukan? Pada tulisan ini mari kita belajar bersama dari pengalaman dan kata hikmah panutan kita rosulullah SAW. Manusia yang mulia dan agung. Bukan seperti diri ini, orang yang lemah dan banyak melakukan dosa dan maksiat pada Allah. Sering diri ini sudah merasa melakukan hal yang kita anggap baik. Tetapi masih ada orang yang tidak pernah menghargai diri ini, itulah penyesalan yang tidak akan memperoleh kepuasan. Karena kita hanya mengharap penghargaan dari orang lain, bukan kepada yang menciptakan manusia dan alam semesta ini.

Perlu kiranya kita merenung dengan meresapi teladan kita Muhammad SAW, suatu ketika rosulullah SAW berkata: “Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya (dulu) aku melakukan ini, niscaya begini-begini.’ Katakanlah, ‘Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi’. Sesungguhnya kata seandainya hanya akan membuka pintu perbuatan SETAN.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan, barang siapa yang minta pertolongan Allah tidak akan menjadi LEMAH dan memberi motivsi agar PERCAYA DIRI dan TIDAK PUTUS ASA. Katakan kepada diri Anda, “Aku hidup pada hari ini. Maka, mengapa aku harus mencemaskan masa depan? Mengapa aku terlalu memikirkan masa lalu?”. Nikmatilah hari-hari Anda. Kerjakan apa yang bermanfaat bagi Anda.

Curahkan semua usaha Anda dan kerjakan sesuatu yang mengandung nilai kebaikan seperti; memberikan makan orang lapar, menjenguk orang sakit, puasa karena Allah, menyenangkan hati orang tua, menghormati guru, memuliakan teman, dan lain-alin. Itulah diantara pesan rosulullah kepada kita. Rasulullah berkata, “Siapa diantara kalian yang puasa pada hari ini? Abu Bakar menjawab, ‘Aku’, Beliau saw, berkata, ‘siapa diantara kalian mengantar jenazah hari ini?, Abu Bakar menjawab, ‘Aku.’ Beliau saw, berkata, ‘siapa diantara kalian yang memberi makan orang miskin pada hari ini?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku’. Beliau saw berkata, ‘siapa yang menjenguk orang sakit hari ini?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku.’ Lalu Beliau saw bersabda, ‘Kesemua itu bila telah dilakukan seseorang maka ia masuk surga.” (HR. Muslim) Kita akan rugi jika hidup yang sebentar ini, banyak kita gunakan untuk mengejar kesenangan dunia, semisal jabatan, harta benda, gelar, dan penghargaan dari manusia. Sudah pasti diri ini tidak akan mengalami kepuasan bahkan kekecewaan. Kesenangan dan kenikmatan hakiki adalah ketika kita dapat merasakan manisnya iman, yaitu dengan menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Tetapi kita sering merasa belum mendapat kenikmatan, ketika saudara kita mendapat kenikmatan. Inilah namanya IRI.

Ibnu Mas’ud ra. Berkata, “Janganlah kalian menentang nikmat-nikmat Allah!”. Dikatakan kepadanya, “Siapakah yang menentang nikmat-nikmat Allah itu?” Ia menjawab “Mereka adalah orang-orang yang iri kepada manusia karena karunia yang Allah telah berikan kepadanya”.

Seorang ahli fiqih bernama Mansyur pernah berkata, “Katakan pada orang yang selalu iri kepadaku, tahukah engkau kepada siapa, engkau telah bertindak tidak sopan. Engkau telah bertindak tidak sopan kepada Allah atas ketentuan-Nya karena engkau tidak rela atas apa yang Allah berikan kepadaku”. Ada pula yang mengatakan bahwa iri merupakan dosa pertama dalam maksiat kepada Allah, baik di langit maupun di bumi. Jika di langit irinya IBLIS kepada Adam as., sedang di bumi irinya QOBIL kepada Habil.

Bagaimana dengan diri KITA? Astagfirullah “Wahai orang yang susah, sedih, gelisah, sungguh kesusahan, kesedihan, kegelisahan itu akan hilang sendiri. Maka hiburlah dengan kebaikan, sungguh yang menghilangkan kesusahan, kesedihan, kegelisahan itu adalah Allah SWT”. Bagaimana kita akan berbuat baik, jika kebaikan dalam diri kita tertutupi oleh prasangka buruk, iri hati, meremehkan orang, dan cara pandang yang salah. Berbuat kebaikan adalah ketika cara berpikir dan berbuat kita selalu mengikuti perintah Allah dan rosul-Nya. Astagfirullahal’adziim

Pencak silat bukan sekedar olah raga bela diri atau kekuatan fisik untuk memenangkan pertarungan. Penyebarannya secara historis tidak lepas dari peran kaum Ulama, seiiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Kini pencak silat menjadi olah raga yang telah menjadi perhatian dunia internasional. Beberapa negara asing telah menjadikan pencak silat sebagai seni bela diri yang sedang digalakkan.

Dalam budaya bangsa, pencak silat adalah bagian ksenian yang terpelihara dari masa ke masa. lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Tak heran jika keberadaannya mendapat apresiasi dari masyarakat luas. Itu terbukti adanya banyak pertandingan yang digelar untuk mencetak para pesilat handal sekaligus mengembangkan budaya tersebut agar terjaga kelestariannya.

Dalam rangka untuk itu, Unesa menghelat pertandingan pencak silat yang bertajuk Unesa Open 2008 atau invitasi Pencak Silat Unesa yang diselenggarakan pada hari Rabu – Sabtu, 13-17 Agustus 2008. Pertandingan dilakukan beberapa hari karena jumlah peserta yang jumlahnya ratusan. Dalam even tersebut diikuti oleh pesilat dari berbagai perguruan tapak suci yang merupakan kelanjutan dari kejurwil Jatim. Sedikitnya terdapat 350 peserta yang bertanding.

Jumlah ini lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 540 peserta. Menurunnya jumlah tersebut bukan karena respon dari peminat olah raga pencak silat berkurang, tapi karena batasan kuota yang ditentukan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) atau Tapak Suci, sehingga jumlahnya tidak sebanyak dulu.

“Pembatasan itu sudah diatur oleh IPSI, jadi jumlah peserta yang ikut kompetisi jumlahnya dibatasi,” ujar Ustdaz Ainur Rafiq yang mendampingi para siswa dari SMP Al Falah Deltasari. .

Ada beberapa kategori yang dilombakan dintaranya pra remaja dengan umur 9-13 tahun, Remaja umur 14-17 tahun, Dewasa 18-21 tahun. SMP Deltasai menerjunkan 5 siwanya untuk bertanding. Kelima siswa tersebut sudah diseleksi dari beberapa siswa yang ikut ekstra tapak suci di sekolah. Sebelumnya ada pembekalan agar para siswa tampil dengan percaya diri. Terutama dengan latihan secara serius dan rutin. Alhamdulillah, kerja keras tersebut membuahkan hasil membanggakan.

“Berkat latihan kontinu, restu orangtua dan motivasi dari guru, ” ujar ustdz Ainur Rafiq menjelaskan resep jitu agar bisa menang. Sandra Bagus kelas IX-1 mampu meraih emas atau juara 1 untuk kategori remaja putra (tarung tanpa body). Sedangkan Geovanni kelas IX-1 berhasil menyabet perak atau juara 2. “ Senang sekali, apalagi pertandingan ini levelnya adalah propinsi, “ katanya percaya diri. (Abdillah)

Seni bela diri anggar merupakan permainan beladiri yang menggunakan pedang. Karena sebelum adanya bentuk anggar seperti sekarang, pedang digunakan pada masa Persi, Yunani, Romawi dan Babilonia. Bermula dari pedang yang berat dan pakaian perang, berubah menjadi senjata yang ringan dan langsing sehingga mudah cara menggunakannya. Permainan anggar juga menggunakan pelindung muka dan pelindung pada ujung pedang agar tidak mencelakakan orang. Jenis olah raga yang di Indonesia berdiri tahun 1951 tersebut diminati olahragawan di tanah air tak terkecuali siswa di tingkat sekolah. SMP al Falah Deltasari memiliki siswa yang berbakat dibidang olah raga anggar. Itu terbukti ketika mengikuti lomba kejuaraan anggar tingkat daerah yang diadakan oleh KONI Jatim tanggal 18 Oktober 2008. Lomba tersebut bertujuan untuk menambah dan meningkatkan jumlah dan kualitas pertandingan olahraga anggar, serta menjadikan Jatim sebagai konstributor dan kiblat atlet anggar nasional. Saat ini Jatim perlu melakukan regenerasi dan bekerja keras mempersiapkan atlet yang akan bertanding di kejuaraan di tingkat lebih tinggi. Beberapa siswa SMP al Falah Deltasari yang dikirim untuk mengikuti lomba tersebut nyaris semuanya menjadi pemenang. Sebenarnya banyak diantara peserta lain yang memiliki kemamuan yang tidak bisa dipandang remeh. Namun jago-jago anggar dari SMP al Falah mampu memadukan gerakan yang dinamis dan menghasilkan serangan jitu sehingga mampu mengalahkan lawan-lawannya. Diantara siswa yang menjadi pemenang adalah Khansa yang berhasil meraih juara pertama untuk kategori Floret pra kadet putri. Sebelumnya siswa kelas 9-2 tersebut pernah meraih juara 3 tingkat kota. “Nggak nyangka, tapi yang pasti senang,” ungkapnya ketika ditanya bagaimana rasanya menjadi pemenang pertama. Kemudian Iris Dian kelas 9-2 yang menyabet juara 2 kategori Sabel kadet. Untuk masing masing juara 3 diraih oleh Lisari Ramadhanti kelas 9-2 kategori floret prakadet putri, M Luthfi Aufar kelas 8-5 kategori sabel kadet putra dan Hamzah Muslim kelas 8-3 kategori Deden kadet putra. Kemenangan menggembirakan tersebut memang tidak bisa dilepaskan dari kerjasama pihak yang terkait secara konsisten dan intens melakukan upaya latihan serta serta evaluasi terus menerus untuk selalu menyempurnakan kekurangan guna mengungguli lawan-lawannya. Ke depannya masih banyak even-even penting yang membentang yang masih harus selalu dirajut untuk berpacu dengan prestasi yang lebih baik. Sekedar pengetahuan, seorang Perancis bernama Hendri St. Didier menciptakan istilah pada gerakan-gerakan anggar yang hingga kini sebagian besar masih digunakan. Dan meskipun bangsa-bangsa lain menggunakan bahasanya masing-masing, namun dalam percaturan internasional banyak digunakan istilah Hendri St. Didier. Bentuk pedang yang diciptakan oleh Koeningsmarken dari Polandia memberi inspirasi terciptanya jenis senjata Floret, Sabel dan Degen (Abdillah)

Puisi termasuk salah satu bentuk tulisan yang usianya sangat tua. Mungkin bisa disebut nenek moyang dalam dunia penulisan. Sebagai bagian dari sastra, puisi saat ini mengalami banyak perkembangan. Itu ditandai dengan terangkatnya nilai puisi ke taraf pengungkapan estetika yang tinggi mutunya, memiliki persepsi yang tajam dan menampilkan angle persoalan yang menarik, mempunyai daya kreativitas yang tinggi dengan bahasa yang menyegarkan, konsisten sehingga menjadi citra tinggi sebagai karya sastra.

Tuntutan terhadap pengembangan serta popularitas sastra terutama di subyek puisi terus dikembangkan dan dilestarikan. Untuk itu, Diknas kabupaten Sidoarjo mengadakan lomba puisi tingkat kabupaten yang diadakan pada tanggal 23 Oktober 2008. Pesertanya dari berbagai sekolah yang ada di Sidoarjo. Lomba ini merupakan estafet yang akan dilanjutkan seleksi ke jenjang propinsi. Puisi, sebagaimana umumnya, cenderung mudah dikenali, baik ketika masih berbentuk aksara maupun setelah dibacakan. Kata-kata yang tidak biasa, penggunaan metafor, hingga ketidaklengkapan kalimatnya memberi ciri tersendiri bagi puisi. Dalam konteks kesenian, puisi dapat juga dijadikan sebagai media pencerahan sekaligus sebagai pendidikan dan hiburan. Konsep puisi yang unik dan sederhana membuat lomba tersebut dihadiri oleh banyak peserta. Alhamdulilllah, Nizar Aditya siswa SMP Al Falah kelas 8-1 mampu menyabet juara II setelah tampil elegan di hadapan para juri penilai. Siswa yang biasa dipanggil Didit tersebut membaca puisi yang berjudul “Testimoni” dengan penuh penghayatan. Membacanya tentu berbeda dengan membaca teks pidato atau dengan seperti penyiar televisi. Tapi harus ada ekspresi dan gerak verbal untuk mendukung penampilan lebih sempurna. Apalagi, puisi ternyata dapat menyentuh secara dalam terhadap nilai-nilai kehidupan bahkan menjadi sarana yang cukup efektif dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan yang bermartabat. Dari sekian banyak peserta, rata-rata penampilannya cukup menawan. Meski bukan seniman atau sastrawan, siswa-siswa sekolah yang berlaga juga pandai berolah kata. Bahkan penampilan mereka sangat ekspresif. Namun tampilan Didit, demikian biasa dipanggil, yang penuh percaya diri membuat juri terperangah dan menetapkannya menjadi juara runner up. Bagi Didit, puisi bukan semata masalah keindahan yang ditulis di kartu-kartu ucapan yang hanya dibaca sekali lalu lebih sering dibuang. Tapi berupa kreativitas yang bukan hanya bergantung pada bakat alam, tetapi adanya kesediaan untuk belajar dari tradisi kesusasteraan yang terus berkembang. “Penggunaan berbagai kata-kata yang tidak biasa dalam puisi sendiri pada dasarnya adalah bagian dari proses berkomunikasi dan berbahasa. Sama seperti jika ada orang Indonesia yang lebih suka mengungkapkan beberapa hal (rasa sakit, rasa terkejut, rasa senang, dsb),” ungkapnya panjang lebar. Untuk meraih prestasi tersebut bukan hal yang mudah karena peserta dari berbagai sekolah juga menujukkan kemampuan yang bagus. Namun berkat kerja keras serta dukungan keluarga, guru dan teman teman prestasi itu mampu diraih. Yang jelas, latihan dengan tekun adalah kuncinya. Tanpa ketekunan dan ridho dari Allah, mustahil kesuksesan dapat dicapai.

Kemajuan IPTEK beberapa dekade belakangan ini telah membawa perubahan fundametal dalam kehidupan manusia. Sektor-sektor yang sebelumnya tidak tersentuh oleh teknologi informasi mau tidak mau mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Berbagai terobosan strategis pun muncul untuk menjawab berbagai tantangan global yang semakin meluas.

Fenomena tersebut juga dimanfaatkan oleh sejumlah institusi pendidikan untuk memberi akses bagi masyarakat luas terhadap kebutuhan informasi yang terkait dengan proses pendidikan di tanah air. Belum lama ini Tehnik Informatika ITS mengadakan lomba pemrograman komputer. National Programing Contest (NPC) merupakan kompetisi yang menguji kemampuan para pelajar dalam pemrograman komputer

Sedangkan untuk bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa Pascal atau C. Program ini cukup adaptif dan relatif terjangkau untuk dipahami bagi kalangan pelajar setingkat sekolah. Tahun ini kompetisi NPC 2008 sebenarya terbatas pada tingkat pelajar SMA, SMK, atau sederajat. Tetapi tidak menutup pendaftaran untuk tingkat SMP dan sederajat.

Lomba ini sekaligus untuk menumbuhkan perhatian masyarakat terhadap dunia teknologi dan informasi. Dalam jangka panjang, meningkatnya potensi anak bangsa sehingga mampu berkompetisi dengan negara dunia, semoga bukan impian belaka.

Minat para pelajar untuk mengikuti kompetesi ini cukup besar. Hingga mencapai mencapai 130 peserta, dengan 82 peserta yang melakukan aktivasi pada babak penyisihan yang berlangsung 25 dan 26 Oktober dengan sistem online. Para pesertanya pun berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Makassar, Bogor, Jakarta, dan kota-kota lainya.

Dari peserta sejumlah itu, terjaring sebanyak 32 peserta yang berhak mengikuti babak final. Dua orang diantaranya masih duduk di bangku SMP. Alhamdulillah, salah satu peserta tersebut adalah Bella Adilah dari SMP Al Falah Deltasari yang menempati posisi 11.

Kompetisi yang ketat, banyak peserta mengaku kesulitan dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Di babak final, peserta di berikan lima buah soal yang harus dijawab dalam waktu tiga jam. Sebelumnya pada pukul 09.00 WIB, peserta diberi waktu untuk testing komputer selama 30 menit. Namun Bella Adilah nampaknya sudah mengantisipasi berbagai kesulitan tersebut dengan terus berlatih sebelum kompetisi berlangsung.

“Saya senang meski masuk di posisi 11 saat final karena pesertanya mayoritas siswa SMA.“ (Ust. Abdillah)

Siswa SMP Al Falah adalah siswa yang berprestasi. Bagaimana tidak dikatakan berprestasi, mereka memiliki semangat dan motivasi untuk menang dan menjadi yang terbaik. Hal itu telah di buktikan siswa SMP Al Falah Deltasari ketika mengikuti perlombaan “Frame Foto” yang diadakan oleh Paskibraka SMA N 1 Sidoarjo. Mereka mengikuti lomba hanya ada waktu 3 hari. Persiapan segera dilakukan, seperti membuat naskah 1.000 karakter, pemotretan obyek, sekaligus mencetak foto dan mengirimkan pada panitia. Kali ini mereka mengambil tema persahabatan remaja sekolah.

Kesigapan dan kesungguhan mereka layak dibayar dengan predikat juara. Hal ini telah dibuktikan oleh Hilwa, Amel, dan Dara siswa kelas 8-2. Dalam perlombaan “Frame Foto” ini, banyak diikuti oleh sekolah-sekolah se-Sidoarjo, baik tingkat SMP maupun SMA swasta dan negeri. Dengan mengikuti ajang perlombaan ini diharapkan akan memacu kreatifitas dan kepercayaan diri siswa. Mereka berprestasi, karena sudah mendapat bimbingan, arahan yang baik dari para guru yang berkualitas. Insya Allah prestasi kita akan terus dan terus tertoreh dalam sejarah tinta emas. Amin.(Ust. Indarto)

Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan kalender Islam, atau lebih terkenal dengan tahun Hijriah. Berbeda dengan tahun Masehi yang dihitung berdasarkan perputaran Bumi terhadap Matahari, tahun Hijriah dihitung berdasarkan perputaran Bulan terhadap Bumi. Satu bulan terdiri atas 29 atau 30 hari, dan satu tahun terdiri atas 12 bulan.

Muharam sebagai tonggak hijrahnya Nabi Saw beserta sahabat ke Madinah sangat besar artinya dalam sejarah perkembangan da’wah keislaman. Karena setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, da’wah Islam mulai mencapai kejayaannya. Kalau sebelum hijrah ummat Islam adalah golongan yang ditindas maka setelah Nabi hijrah kaum muslimin telah mempunyai kedudukan yang kuat. Oleh karena itu diharapkan peristiwa hijrah akan dikenang oleh umat Islam sebagai refleksi dari perjuangan yang gigih dan pengorbanan jiwa dan raga Nabi serta para sahabatnya dalam meneggakkan Islam.

Peringatan tahun baru Islam yang dilakukan SMP Al Falah Deltasari, Sabtu, 27 Desember 2008 itu ditujukan untuk mempererat ukhuwah keislaman serta mempersiapkan generasi Islami yang berakhlakul karimah dan berlangsung sangat meriah. Ratusan siswa beserta guru pendamping memadati ruangan masjid Al Akbar Surabaya. Ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam memperingati pergantian tahun Islam. Masjid terbesar di Jawa Timur tersebut tidak lagi lengang karena kegiatan yang dikemas panita cukup semarak. Apalagi ada acara dzikir bersama yang dipimpin ustadz Ulum membuat suasana masjid menjadi syahdu dengan lantunan kalimat tauhid yang menggema. Selain itu ada acara ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Hidayat Muhsin yang berisi materi seputar Muharram.

“Semoga peringatan tahun baru Islam makin dikenal. Bukan hanya tahun baru Masehi semata. Para siswa juga bisa memperingati tahun baru Islam dengan hal yang positif dan bermanfaat,” ujar seorang ustdaz. (abdillah)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.